Jl. Raya Rangkasbitung KM.4 No.3, Kabupaten Pandeglang     (0253) 203 749     stisipbr.043239@gmail.com

 

Alternative flash content

Requirements

16 Nov

CARITA.– Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Pandeglang Iskandar meminta kepada para sarjana untuk bisa mandiri dalam mengembangkan keilmuannya.
Hal tersebut disampikan Asda yang mewakili Bupati Pandenglang Erwan Kurtubi dalam sambuatannya pada acara wisuda mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Banten Raya, di salah satu hotel di kawasan Kecamatan Carita, Sabtu (16/11). Kata Asda, seorang sarjana jangan sampai selalu terfokus pada sebuah pekerjaan, apalagi menharapkan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Kami sangat berharap kepada semua lulusan tidak terpaku pada keinginan menjadi PNS atau abdi negara saja, akan tetapi bagaimana caranya para lulusan perguruan tinggi ini bisa mengembangkan ilmunya secara mandiri sehingga ini bisa menjadi bukti bahwa kita juga bisa membuka lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Asda menjelaskan bahwa saat ini memang banyak orang atau calon sarjana yang mengharapkan bisa bekerja dengan gaji tinggi setelah lulus. Atau, kata Asda, yang lebih nge-trend lagi menjadi PNS. Harapan-harapan seperti itu, menurut Asda, sangat membuat buntu para generasi baru, sehingga pada akhirnya orientasi kuliahnya juga terkadang asal-asalan. “Padahal seorang mahasiswa itu harus bisa membuat sebuah kegiatan yang sifatnya mandiri entah itu berwirausaha atau juga lainnya, terlebih jika lulusan tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan yang bisa merekrut pegawai sehingga bisa bermanfaat buat dirinya, lingkungan dan orang lain. Dan kalau ini sudah dilakukan, saya yakin tidak ada lagi istilah penganggguran di Pandeglang ini,” beber Asda.

Sementara itu, Ketua STISIP Banten Raya Siswara menuturkan, sudah sewajarnya seorang lulusan perguruan tinggi harus mampu melakukan inovasi dalam segala bidang, baik dalam bidang teknologi atau juga dalam hal pemberdayaan masyarakat. Jangan sampai, lanjutnya, setiap orang yang berkuliah itu orentasinya pekerjaan dan juga PNS. “Makanya kami berharap lulusan yang saat ini sudah diwisuda bisa melakukan yang terbaik juga buat almamaternya. Sehingga bagimanacaranya mereka juga tidak terfokus pada keinginan menjadi pekerja, akan tetapi bagimana caranya mampuh memberikan kontribusi yang baik buat orang lain serta bisa mandiri melakukan usahanya,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari DPRD Pandeglang yakni Ade Permana Suta, dan Ketua Ikatan Alumni STISIP Banten Raya, Yahya Gunawan. Tahun ini, STISIP Banten Raya mewisuda sebanyak 172 orang mahasiswa dari jurusan ilmu sosoil dan administrasi negara. (agus/Banten Raya)


15 Mar

PANDEGLANG.- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Banten Raya, Jumat (15/03/2013) menggelar Pelatihan Jurnalistika Singkat yang diikuti sebanyak 50 mahasiswa yang terdiri dari pengurus organisasi kemahasiswaan, para pengurus kelas dari tingkat I sampai dengan tingkat IV. Acara tersebut dibuka Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan, Hendriana didampingi Ketua BEM, Meirizal. "Kami sangat berharap kepada peserta untuk memanfaatkan pelatihan singkat ini dengan sebaik-baiknya. Karena bagaimanapun, ilmu jurnalistik ini akan sangat juga membantu kuliah rekan-rekan di sini," katanya.

Sementara itu, Meirizal menuturkan, selama pelatihan, peserta terbaik yang masuk kategori 10 besar akan langsung mendapatkan surat penugasan sebagai Jurnalis Kampus. "Kami sudah berencana akan membentuk Jurnsalis Kampus STISIP Banten Raya. Kegiatan pelatihan ini merupakan rangkaian dari rencana kami tersebut. Mudah-mudahan dengan hadirnya Jurnalis Kampus, mampu melahirkan karya-karya tulis terbaik dari mahasiswa di sini," tandasnya.

Pelatihan Jurnalistik Kampus menghadirkan narasumber Wartawan senior Kabar Banten, Nurwarta Wiguna dan Wartawan Senior Banten Raya, Muhaimin. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga, meski dilaksanakan secara singkat, semua peserta bisa menerima dan kemudian menggali terus ilmu jurnalistik yang nantinya bukan sekadar untuk kepentingan sendiri, melainkan juga untuk kepentingan kampus dan yang lebih luas lagi," ucap Muhaemin.***


Halaman 16 dari 16

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

 STISIP BANTEN RAYA