Jl. Raya Rangkasbitung KM.4 No.3, Kabupaten Pandeglang     (0253) 203 749     stisipbr.043239@gmail.com

 

Alternative flash content

Requirements

5 Jan

PANDEGLANG.- Sebanyak 50 mahasiswa STISIP Banten Raya, Minggu (5/1) menerima beasiswa prestasi dan tidak mampu melalui program Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik & Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiwa (BPPA& BBBM) dari Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (Kemendikbud) dan Yayasan Pendidikan Banten Raya (YPBR) Pandeglang tahun 2013.
“Pemberian BPPA untuk 10 orang, masing-masing 2 orang untuk prestasi olahraga dan 8 orang prestasi akademik ini guna terus mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan prestasinya, baik untuk kemajuan dirinya sendiri maupun lembaga,” kata Ketua STISIP Banten Raya, H. Siswara, Sabtu (5/1).
Siswara yang didampingi Pembantu Ketua Bidang Administrasi, Sutoto menyatakan biaya yang dibebaskan kepada 50 mahasiswa tersebut untuk pembayaran herregistrasi, SPP, UTS dan UAS semester genap tahun  akademik 2013-2014.
“Kami berharap, pemberian beasiswa ini juga bisa memacu semangat bagi mahasiswa lainnya untuk meningkatkan prestasi akademik maupun bidang olahraga, seni dll,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua YPBR Pandeglang, Dahlan HS menyatakan, dalam tahun akademik 2013-2014 ini juga yayasan memberikan beasiswa bagi 40 mahasiswa tidak mampu. “Berharap bantuan ini bisa sedikitnya meringankan biaya kuliah mahasiswa, sehingga mereka dapat melanjutkan studinya, khususnya untuk semester genap ini,” ujar Dahlan.
Dijelaskan, YPBR Pandeglang sangat memahami kondisi masyarakat dengan mendirikan lembaga pendidikan tinggi STISIP Banten Raya, walaupun biaya kuliahnya terjangkau oleh kalangan ekonomi bawah sekalipun, tapi didukung kualitas sarana dan prasarana pendukung belajar mahasiswa. “Disamping itu, kami juga tetap akan memberikan bantuan sekemampuan kami kepada mahasiswa yang betul-betul tidak bisa membiayai studinya,” ujar Dahlan.
Beberapa mahasiswa penerima beasiswa prestasi mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian pengelola STISIP Banten Raya dan YPBR. “Semoga STISIP Banten Raya dan yayasannnya tetap maju dan makin dicintai mahasiwa maupun masyarakat,” ujar Wisnu.***


8 Jun

PANDEGLANG.- Sejak Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Banten sebagai salah satu Fokus Tematik Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Banten, banyak pihak, khususnya institusi perguruan tinggi yang tertarik untuk turut berpartisipasi dalam pengembangannya.

Salah satu perguruan tinggi di Pandeglang yang kini telah berkomitmen untuk mendukung pengembangan Sentra Agribisnis Ternak  Kambing dan Domba Terpadu Juhut (SABA JUHUT) adalah Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Banten Raya.

Komitmen itu dituangkan dalam bentuk Nota Kesepahaman dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Banten, Asisten Deputi Jaringan Iptek Pusat-Daerah, Kementerian Riset dan Teknologi serta Pusat Penelitian dan Pembangunan (Puslitbang) Peternakan Kementerian Pertanian tentang Pengembangan Sentra Agribisnis Ternak Domba dan Kambing Terpadu di Provinsi Banten melalui Sistem Inovasi Daerah yang ditandatangani bersama pada saat digelarnya Rakornas Evaluasi SIDa yang dibuka Mendagri  di Jakarta, 12 November 2013.

Sejak penandatangan MoU tersebut, STISIP Banten Raya secara aktif terus terlibat dalam rangkaian kegiatan pengembangan Saba Juhut, baik di tingkat provinsi maupun pusat. Beberapa kegiatan itu antara lain, mengikuti pelatihan ternak kerbau di Bogor, Workshop tentang Saba Juhut maupun pengembangan Sistem Informasi Saba Juhut.

“Secara mandiri juga kami melaksanakan kegiatan sebagai implementasi dari MoU, yakni Pelatihan Operator Website sabajuhut.info dan kemarin poada Sabtu dan Minggu (7-8/6) kami melaksanakan Kemah Karya Inovasi I Saba Juhut bertempat di Kampung Cinyurup, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung,” kata Ketua Yayasan Pendidikan Banten Raya (YPBR), H. Siswara didampingi pengurus STISIP Banten Raya, Sutoto.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Karangtanjung, Drs. Doni Hermawan. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Balitbangda Provinsi Banten, Ali Fadillah, Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten, Supardi, Lurah Juhut, Ahmad Dumyati, Pengurus Gapoktan Juhut Mandiri dan sejumlah tokoh masyarakat.

Kegiatan KKI I-2014 Saba Juhut yang akan menjadi agenda tahunan STISIP Banten Raya tersebut ditujukan untuk lebih suksesnnya program pengembangan Sentra Agribisnis Ternak Domba dan Kambing Terpadu.

“Kami berupaya mendorong mahasiswa STISIP Banten Raya agar dapat berperan aktif dalam upaya pengembangan Saba Juhut ini sebagai wujud pengabdian mereka kepada masyarakat. Selain itu juga kami pun mendorong siswa SMK Banten Raya jurusan  Ruminansia maupun Teknik Komputer dan Jaringan untuk turut pula aktif dalam kegiatan ini,” kata Siswara.

Laboratorium Sosial Ekonomi

Saat ini, STISIP Banten Raya juga telah menjadikan Kampung Cinyurup maupun Kadu Kebo menjadi Laboratorium Sosial Ekonomi STISIP Banten Raya untuk kepentingan pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengembangan dan rekayasa serta inovasi daerah.

Upaya STISIP Banten Raya tersebut disambut baik oleh Camat Karangtanjung maupun Lurah Juhut. Dalam kesempatan membuka acara Kemah Karya Inovasi kemarin, Camat Karangtanjung, Doni Hermawan menyatakan terima kasih atas dukungan mahasiswa STISIP dan siswa SMK Banten Raya bagi pengembangan Saba Juhut.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan peran serta STISIP dan SMK Banten Raya yang turut mendukung pengembangan Sentra Ternak Kambing dan Domba Terpadu Juhut atau Saba Juhut ini. Semoga, acara ini bisa menghasilkan gagasan-gagasan serta karya inovasi demi kemajuan pembangunan, khususnya di kawasan ternak terpadu Cinyurup-Juhut ini,” katanya.

Ia menegaskan, untuk menyukseskan program Pengembangan Saba Juhut butuh dukungan dan peran serta semua pihak. “Saat ini sudah banyak institusi, baik pemerintah, perguruan tinggi maupun swasta yang akan dan telah mendukung pengembangan Saba Juhut. Untuk itu, masyarakat di sini juga harus sudah siap menerima perubahan dan kemajuan wilayahnya,” tuturnya.


Halaman 15 dari 18

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

 STISIP BANTEN RAYA