Jl. Raya Rangkasbitung KM.4 No.3, Kabupaten Pandeglang     (0253) 203 749     stisipbr.043239@gmail.com

 

Alternative flash content

Requirements

9 Des

PANDEGLANG.- Sejumlah anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Banten Raya, Senin (09/12) membagi-bagikan stiker bertema anti korupsi kepada para mahasiswa non reguler yang saat itu tengah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS).
"Ini merupakan salah satu aksi simpatik kami dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia. Pembagian stiker yang didalamnya bertuliskan ajakan untuk tidak korupsi dan juga memberantas korupsi ini diharapkan bisa menggugah kepedulian, khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan masa kini dan mendatang," ujar salah seorang pengurus BEM STISIP Banten Raya, Ipdi Hajid.
Ia berharap, semangat untuk tidak korupsi dan memberantas korupsi tidak hanya sebatas pada peringatannya. "Semoga semangat itu terus tumbuh dan berkembang dalam diri anak bangsa kita masa kini dan mendatang. Mencegah korupsi harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian masyarakat dan aparatur pemerintahan dari pusat hingga ke desa!" tandasnya.***


5 Des

SERANG,- Sebagai wujud dukungan atas diterbitkannya Peraturan Bersama Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 03 dan 36 Tahun 2012 tentang Penguatan Sistim Inovasi Daerah (SIDa), Pemerintah Provinsi Banten, Kamis (5/12), menggelar acara Launching roadmapSIDa Banten.
Gubernur Banten, H. Atut `Chosiyah dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Tata Praja Pemprov Banten, Asmuji H.W menyatakan, sebagaimana tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten 2013-2017, kiebijakan pembangunan Iptek di Provinsi Banten telah ditetapkan melalui Program Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Strategis, Iptek dan Inovasi Daerah.
“Program tersebut merupakan implementasi kebijakan Iptek sebagai terobosan bagi percepatan pembangunan di Banten yang diarahkan pada peningkatan nilai tambah di sektor pertanian dan peternakan, kehutanan dan perkebunan, perikanan dan kelautan serta jasa pariwisata, baik skala industri maupun Usaha Menengah, Kecil dan Mikro pada kawasan strategis di daerah Banten,” katanya.
Ditegaskan, percepatan pembangunan pada sektor andalan tersebut sangat membutuhkan sentuhan teknologi melalui berbagai hasil penelitian dan pengembangan, perekayasaan dan berbagai hasil penemuan serta inovasi. “Dengan pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang, iptek dan inovasi, diharapkan dunia usaha di Provinsi Banten tidak hanya menghasilkan produk dalam bentuk bahan mentah, tapi juga dapat menghasilkan beragam produk hilir yang mampu bersaing baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Asmuji, dengan pendekatan Iptek dan Inovasi tersebut, Provinsi Banten akan dapat meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha dan dapat berkontribusi menguatkan struktur ekonomi daerah. “Yang pada akhirnya akan menunjang pembangunan nasional pada koridor ekonomi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2015,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota Tim Koordinasi SIDa Banten, Iwan K. Hamdan dalam sambutanya sebagai Panitia Pelaksana Launching RoadmapSIDa Banten menuturkan, dalam rangka meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah, daya saing daerah dan pelaksanaan MP3EI 2011-2025, diperlukan Panguatan Sistem Inovasi di Daerah secara terarah dan berkesinambungan. “Untuk melaksanakan Penguatan SIDa, setiap daerah menetapkan kebijakan yang dilaksanakan oleh Tim Koordinasi SIDa Provinsi Banten. Sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 075.05/Kep.221-Huk/2013 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Sistem Inovasi Daerah Provinsi Banten, salah satu tugas kami adalah menyusun dokumen Roadmap Penguatan SIDa Provinsi,” ujarnya.

Sambut Baik
Sementara itu, Deputi Menteri Bidang Jaringan Iptek, Kementerian Riset dan Teknologi RI, DR. Agus R. Hoetman, MT mendukungRoadmap SIDa Banten sebagai salah satu wujud kepedulian Banten dalam meningkatkan daya saing daerah, terutama untuk kesejahteraan masyarakat.
Hal senada dikatakan Camat Karangtanjung, Doni Hermawan. Ia menyatakan, tanpa didukung semua pemangku kepentingan, baik di Kabupaten Pandeglang maupun Provinsi Banten, pengembangan dan penguatan SIDa Banten, khususnya untuk sektor peternakan yang  saat ini fokusnya di Kampung Ternak Domba dan Kambing Terpadu, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung tidak akan berarti apa-apa.
“Sebagai wakil dari masyarakat Juhut, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan bagi pengembangan Kampung Ternak Domba dan Kambing Terpadu di Kelurahan Juhut. Semoga cita-cita ini bisa berhasil dengan baik demi terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” tandasnya.***


Halaman 14 dari 15

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

 STISIP BANTEN RAYA