Jl. Raya Rangkasbitung KM.4 No.3, Kabupaten Pandeglang     (0253) 203 749     stisipbr.043239@gmail.com

 

Alternative flash content

Requirements

7 Jun

PANDEGLANG,- Dalam rangka mengimplementasikan program kerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Banten, Asisten Deputi Jaringan Iptek Pusat-Daerah, Kementerian Riset dan Teknologi & Puslitbang Peternakan Kementerian Pertanian, STISIP Banten Raya menggelar acara Kemah Karya Inovasi (KKI) I-2014 SABA JUHUT pada Sabtu dan Minggu (7-8/6).

Acara yang digelar di Kampung Cinyurup, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Karangtanjung, Drs. Doni Hermawan. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Balitbangda Provinsi Banten, Ali Fadillah, Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten, Supardi, Lurah Juhut, Ahmad Dumyati, Pengurus Gapoktan Juhut Mandiri dan sejumlah tokoh masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan peran serta STISIP dan SMK Banten Raya yang turut mendukung pengembangan Sentra Ternak Kambing dan Domba Terpadu Juhut atau Saba Juhut ini. Semoga, acara ini bisa menghasilkan gagasan-gagasan serta karya inovasi demi kemajuan pembangunan, khususnya di kawasan ternak terpadu Cinyurup-Juhut ini,” katanya.

Ia menegaskan, untuk menyukseskan program Pengembangan Saba Juhut butuh dukungan dan peran serta semua pihak. “Saat ini sudah banyak institusi, baik pemerintah, perguruan tinggi maupun swasta yang akan dan telah mendukung pengembangan Saba Juhut. Untuk itu, masyarakat di sini juga harus sudah siap menerima perubahan dan kemajuan wilayahnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Banten Raya (YPBR), H. Siswara didampingi Pengurus STISIP Banten Raya, Sutoto dan Ketua Panitia KKI I-2014, Nurwarta Wiguna menuturkan, kegiatan kemah tersebut sebagai salah satu pelaksanaan kerjasama yang telah dijalin dengan Balitbangda, Kemenristek dan Kementan.

“Selain itu, kami juga mengharapkan agar mahasiswa STISIP dan siswa SMK Banten Raya sebagai ujung tombak yang nantinya akan terlibat aktif dalam pelaksanaan teknis dukungan program pengembangan Saba Juhut ini,” katanya.

Dalam acara KKI I-2014 ini, mahasiswa STISIP dan siswa SMK Banten Raya membuat peta trek jalur wisata agro dari Cinyurup sampai Kadu Kebo dan merintis pembangunan Rumah Bibit yang berlokasi di Kampung Kadu Kebo.

“Kami sangat senang, karena generasi muda, dalam hal ini mahasiswa STISIP dan siswa SMK Banten Raya sudah berpartisipasi aktif dalam mendukung pengembangan Saba Juhut,” kata Utin, Ketua Poktan di Cinyurup.***


9 Des

PANDEGLANG.- Peluncuran (launching) Roadmap Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Provinsi Banten yang digelar pada Kamis (5/12) di Pendopo Gubernur Banten merupakan sebuah terobosan brillian yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten. Selain sebagai wujud dukungan daerah terhadap Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang  Master Plan Percepatan & Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011–2025, SIDa juga dapat berkontribusi secara signifikan bagi pencapaian delapan target Millennium Development Goals (MDGs) yang pada dasarnya, penguatan SIDa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Guna mendukung percepatan pencapaian MDGs, maka inovasi-inovasi yang diunggulkan dalam SIDa adalah yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi (pro growth), perluasan kesempatan kerja (pro job), pengentasan kemiskinan (pro poor), dan berwawasan lingkungan (pro environment).

Beranjak dari hal tersebut di atas, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Banten Raya yang keduanya berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Banten Raya (YPBR)-Pandeglang sangat mendukung Roadmap Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Provinsi Banten yang didalamnya terdapat Program Sentra Pengembangan Ternak Domba dan Kambing Terpadu di Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.

“Dukungan kami tersebut telah direalisasikan dalam bentuk Perjanjian Kerjasama antara STISIP Banten Raya dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Banten, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pusat Teknologi Produksi Pertanian Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Asisten Deputi Jaringan Iptek Pusat dan Daerah Deputi Bidang Jaringan Iptek  Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia beberapa waktu lalu pada acara Rakornas Evakuasi SIDa di Jakarta,” Kata Ketua STISIP Banten Raya, H. Siswara.

 

Penguatan dan Pengembangan Iptek

Dijelaskan, ruang lingkup perjanjian kerjasama tersebut mencakup kegiatan penguatan jejaring kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang peternakan, pertanian, agribisnis dan agroindustri, penguatan sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi, yang terdiri dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta informasi, penguatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendayagunaan hasil-hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Saat ini, baik STISIP maupun SMK Banten Raya telah siap melaksanakan beberapa program yang terdapat pada roadmap SIDa Banten khususnya untuk pengembangan sentra agribisnis ternak domba dan kambing terpadu di Kelurahan Juhut. Sebab, selain menjadi bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi dalam hal pengabdian kepada masyarakat, sejak awal juga kami telah komitmen untuk mengembangkan dunia peternakan, khususnya di Kabupaten Pandeglang dengan didirikannya SMK Banten Raya,” tandasnya.

Menurut Siswara yang didampingi Kepala SMK Banten Raya, H. Elan Djaelani, saat ini telah ada sekitar 50 siswa SMK Banten Raya Jurusan Ruminansi. Selain belajar di kelas, SMK Banten Raya juga telah memiliki laboratorium praktek lapangan bagi siswa-siswi di Kampung Kadu Kebo, Kelurahan Juhut. “Mereka dididik untuk menjadi generasi penerus pembangunan sektor peternakan, khususnya di Kabupaten Pandeglang dan umumnya Banten,” tuturnya.

Untuk penyebarluasan informasi iptek serta pendampingan bagi masyarakat tentang program tersebut pun, STISIP Banten Raya telah membentuk Komunitas Jurnalis Kampus serta Relawan Inovasi.***


Halaman 14 dari 16

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

 STISIP BANTEN RAYA