Jl. Raya Rangkasbitung KM.4 No.3, Kabupaten Pandeglang     (0253) 203 749     stisipbr.043239@gmail.com

 

Alternative flash content

Requirements

15 Nov

PANDEGLANG.- Puluhan mahasiswa STISIP dan anggota Pramuka Ambalan Maulana Magribi dan Nyi Mas Gamparan, Pangkalan SMK Banten Raya, Jumat hingga Minggu (13-15/11) menggelar kegiatan Kemah Bakti Pramuka di Kampung Bantar Panjang, Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

“Kemah bakti sudah dilaksanakan dua kali. Pada tahun sebelumnya, kami mengangkat tema Kemah Karya Inovasi bertempat di Kampung Kadu Kebo, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung. Sekarang, lokasi kegiatan di Kampung Bantar Panjang, Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan dengan mengangkat tema Sungai Bukan Tong Sampah,” kata Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Sutoto didampingi pembina, Ariyanto usai melepas peserta.

Dijelaskan, aksi yang dilakukan para peserta antara lain membuat multimedia profil Desa Banyu Biru dan bakti sosial bersih sungai dari sampah bersama warga, aparatur desa dan kelompok penggerak lingkungan dan wisata di wilayah tersebut.

“Selain kegiatan kepramukaan, di SMK Banten Raya juga sedang dirintis Kelas Unggulan Multimedia dan pada kegiatan Kemah Bakti ini mulai dipraktekkan oleh para siswa dengan membuat multimedia profil desa dan hasilnya akan diserahkan kepada masyarakat melalui kepala desa,” ujat Sutoto.

Sementara itu, Kepala Desa Banyu Biru, Rumyatudin didampingi penggiat lingkungan dan pariwisata, Ofat Sofwatudin dan Basit Djoma menyambut baik kegiatan siswa SMK Banten Raya di wilayahnya. “Sangat kebetulan, pada tahun ini, kami sedang melakukan percepatan untuk menjadikan Banyu Biru sebagai Desa Wisata sekaligus akan mendirikan tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat (PSTBM). Kami bangga akan bakti adik-adik Pramuka ini dan atas nama pemerintah serta masyarakat Banyu Biru menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan,” ujar Rumyatudin.

Aksi bersih sungai dilaksanakan Sabtu pagi (14/11). Pada malam harinya digelar acara diskusi antara pihak SMK Banten Raya, perwakilan dari Banten Heritage, Nurwarta Wiguna, kepala desa dan aparaturnya (Ketua RW & RT), tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, bertempat di Aula Kantor Desa.

Fokus diskusi adalah membangun komitmen untuk upaya percepatan penanganan dan pengelolaan sampah di Sungai Bantar Panjang. Hasil dari pertemuan tersebut, dalam waktu singkat ini, pihak desa akan mengundang Badan Perwakilan Desa (BPD) untuk membuat peraturan terkait “Jumat Gotong Royong”. Selain itu, digagas pula peraturan bersama dengan desa-desa lainnya yang dilintasi aliran sungai ini terutama di bagian hulu tentang larangan membuang sampah di Sungai Bantar Panjang.

 

Dukung Aksi Peduli Lingkungan

Anggota DPRD Pandeglang yang membidangi pemerintahan (Komisi 1), H. Enjat Jatnika yang saat itu meninjau aksi Pramuka tersebut menyatakabn kagum dan akan selalu mendukung upaya masyarakat maupun aparatur pemerintah desa yang peduli akan lingkungan, kesehatan dan juga pengembangan pariwisata, khususnya di wilayah Labuan dan Carita.

“Saya bangga dengan adanya aksi peduli lingkungan yang dilakukan adik-adik Pramuka SMK Banten Raya ini. Aksi mereka harus menjadi teladan bagi anggota Pramuka maupun elemen-elemen organisasi lainnya, baik di lingkup sekolah maupun masyarakat,” kata Enjat.

Hal senada dikatakan Pengurus Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Labuan yang langsung meninjau kegiatan Kemah Bakti Pramuka tersebut. “Kegiatan ini harus terus di kembangkan dan digalakkan di kalangan generasi muda, khususnya anggota Pramuka,” kata Ketua Kwaran, Agus.

Sementara itu, Banten Heritage melalui perwakilannya, Nurwarta Wiguna siap memberikan dampingan kepada pemerintah desa maupun masyarakat, khususnya dalam upaya mendirikan PSTBM. “Dengan semangat tinggi dan komitmen yang kuat dari aparatur desa serta masyarakat, kami yakin keinginan untuk mengembangkan Desa Banyu Biru melalui program peduli lingkungan dan juga pariwisata tersebut akan tercapai dengan baik,” katanya.


17 Okt

PANDEGLANG.- Mewujudkan sebuah universitas berkelas dunia (World Class University) merupakan tujuan semua perguruan tinggi/universitas tak terkecuali STISIP Banten Raya yang beralamat di Jl Raya Rangkasbitung KM 4, No 3, Sabitangtu, Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang.
Sejak awal pendiriannya pada tahun 2001, STISIP Banten Raya telah mengusung Visi “Mendidik SDM Lokal yang Berwawasan Global” sebagai perwujudan komitmen dan cita-cita luhur para pendiri dan pengelolanya menuju perguruan tinggi yang nantinya bisa berjuluk World Class University (WCU).

Berbagai upaya dan aksi nyata terus dilakukan oleh Civitas Akademika STISIP Banten Raya guna mewujudkan visi tersebut, mulai dari peningkatan kualitas tenaga pengajar (dosen), sarana prasarana, pemanfaatan teknologi informasi terkini yang berbasis online (website dan android) ditunjang pula dengan peningkatan SDM.

“Mewujudkan WCU merupakan tujuan utama lembaga dalam menyongsong era globalisasi yang ditandai dengan makin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di segala bidang atau sektor. Tentu saja, perkembangan iptek yang pesat tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas keilmuan dan layanan pendidikan di lembaga kami ini yang selama ini mengusung visi globalisasi,” kata Ketua STISIP Banten Raya, Drs H Siswara, M. Si.

 

Pertajam Visi & Misi
Visi yang kini diusung STISIP adalah “Menjadi Perguruan Tinggi Sosial Politik yang Berperan Aktif dalam Pemberdayaan Masyarakat menuju Persaingan Global” dengan misinya yaitu mengembangkan perilaku mahasiswa yang kreatif dan inovatif di lingkungan kampus dan mampu mereflikasi untuk pemberdayaan masyarakat di tingkat desa; menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai unggulan prodi

administrasi negara dan ilmu pemerintahan; mendidik mahasiswa supaya mampu berjiwa kewirausahaan melalui profesinya di lingkungan masyarakat; mengembangkan kampus sebagai agent of change untuk menjawab tantangan globalisasi sekaligus mendorong terwujudnya Good Local Governance dan memperluas akses dan kemitraan secara produktif untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia di instansi pemerintah maupun dunia usaha.

Ketua Yayasan Pendidikan Banten Raya (YPBR-P), Drs H Dahlan Hadyan Suhanda, M.Si menyatakan, cita-cita mewujudkan WCU merupakan amanat utama pengurus yayasan. “YPBR-P ingin mewujudkan BARAYAMUDA yang berarti Banten Raya Mandiri, Unggul, Dinamis dan Aktif dan ini harus menjadi spirit dan juga landasan gerak bagi STISIP Banten Raya dalam menjalankan visi dan misinya,” katanya.

 


Halaman 14 dari 18

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

 STISIP BANTEN RAYA