Jl. Raya Rangkasbitung KM.4 No.3, Kabupaten Pandeglang     (0253) 203 749     stisipbr.043239@gmail.com

 

Alternative flash content

Requirements

19 Apr

PANDEGLANG.- Hari ini, Selasa (19/04/2016) hingga Rabu (20/04/2016) Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan visitasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Tahap I Tahun 2016.

Tim Asesor/Asesmen Lapangan yang ditugaskan BAN-PT untuk melakukan visitasi yakni Dr. Marwan dari Unsyiah, Nangroe Aceh Darussalam dan Prof. Dr. Ir. MM. Wahyuddin Latunreng dari STIAMMI Jakarta.

Dalam sambutannya, Wahyuddin Latunreng menyatakan, kegiatan visitasi dilakukan BAN-PT kepada universitas dan perguruan tinggi yang telah menyerahkan Borang. "Kunjungan kami ke sini untuk melakukan penilaian terhadap borang dan atau portofolio program studi/institusi yang disampaikan oleh program studi/institusi beserta lampiran-lampirannya melalui pengkajian "diatas meja" serta penilaian di lapangan atau visitasi untuk validasi dan verifikasi hasil desk evaluation atau penilaian di tempat kedudukan program studi/institusi," katanya.

 

 


26 Nov

PANDEGLANG, BANPOS – Para mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Banten Raya dengan disupport Pemkab Padeglang, berhasil mencipakan aplikasi berbasis android untuk menanggulangi kemiskinan. Aplikasi yang diberi nama Sinangkis ini bisa didownload menggunakan smartphone di play store.

Bupati Pandeglang, Erwan Kurtubi saat launching aplikasi Sinangkis (Sistem Penanggulangan Kemiskinan, red) di Kampus STISIP Banten Raya mengatakan, aplikasi baru ini diinisasi oleh Bidang Sosial dan Budaya pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang. Dirinya menyatakan, bahwa aplikasi Sinangkis ini merupakan kemajuan di bidang teknologi informasi yang menyajikan data kemiskinan serta upaya dan solusi untuk mengatasinya.

“Aplikasi ini memudahkan kita melihat data kemiskinan dan capaian yang telah dilakukan pemerintah daerah. Aplikasi ini juga sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi dan progress penanggulangan kemsikinan,” ujarnya, Kamis (26/11/2015).

Dirinya mengakui, saat ini Pandeglang masih tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Banten. Dari 1,3 juta jiwa penduduk Pandeglang, 10,26 persennya berada di bawah garis kemiskinan.

Kendati demikian, pada 2015 sudah ada penurunan menjadi sembilan persen seiring dengan naiknya beberapa indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Jumlah warga miskin harus terus ditekan dan perangkatnya sudah kami buat, salah satunya melalui Siangkis,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Pandeglang, Anwar Fauzan menjelaskan, salah satu strategi penanggulangan kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat baik itu data mikro RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin, red) yang dikelola oleh Tim nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) atau atau data mikro yang bersumber dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Kehadiran Sinangkis memberikan solusi penyediaan data mikro dan makro yang berguna untuk mengevaluasi kebijakan terutama dalam menentukan target penduduk miskin dengan tujuan bisa memperbaiki kondisi kesejahteraan penduduk miskin,” tukasnya. (ARI/EKY)


Halaman 10 dari 15

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

 STISIP BANTEN RAYA