Jl. Raya Rangkasbitung KM.4 No.3, Kabupaten Pandeglang     (0253) 203 749     stisipbr.043239@gmail.com

 

Alternative flash content

Requirements

26 Nov

PANDEGLANG, BANPOS – Para mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Banten Raya dengan disupport Pemkab Padeglang, berhasil mencipakan aplikasi berbasis android untuk menanggulangi kemiskinan. Aplikasi yang diberi nama Sinangkis ini bisa didownload menggunakan smartphone di play store.

Bupati Pandeglang, Erwan Kurtubi saat launching aplikasi Sinangkis (Sistem Penanggulangan Kemiskinan, red) di Kampus STISIP Banten Raya mengatakan, aplikasi baru ini diinisasi oleh Bidang Sosial dan Budaya pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang. Dirinya menyatakan, bahwa aplikasi Sinangkis ini merupakan kemajuan di bidang teknologi informasi yang menyajikan data kemiskinan serta upaya dan solusi untuk mengatasinya.

“Aplikasi ini memudahkan kita melihat data kemiskinan dan capaian yang telah dilakukan pemerintah daerah. Aplikasi ini juga sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi dan progress penanggulangan kemsikinan,” ujarnya, Kamis (26/11/2015).

Dirinya mengakui, saat ini Pandeglang masih tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Banten. Dari 1,3 juta jiwa penduduk Pandeglang, 10,26 persennya berada di bawah garis kemiskinan.

Kendati demikian, pada 2015 sudah ada penurunan menjadi sembilan persen seiring dengan naiknya beberapa indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Jumlah warga miskin harus terus ditekan dan perangkatnya sudah kami buat, salah satunya melalui Siangkis,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Pandeglang, Anwar Fauzan menjelaskan, salah satu strategi penanggulangan kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat baik itu data mikro RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin, red) yang dikelola oleh Tim nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) atau atau data mikro yang bersumber dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Kehadiran Sinangkis memberikan solusi penyediaan data mikro dan makro yang berguna untuk mengevaluasi kebijakan terutama dalam menentukan target penduduk miskin dengan tujuan bisa memperbaiki kondisi kesejahteraan penduduk miskin,” tukasnya. (ARI/EKY)


15 Nov

PANDEGLANG.- Puluhan mahasiswa STISIP dan anggota Pramuka Ambalan Maulana Magribi dan Nyi Mas Gamparan, Pangkalan SMK Banten Raya, Jumat hingga Minggu (13-15/11) menggelar kegiatan Kemah Bakti Pramuka di Kampung Bantar Panjang, Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

“Kemah bakti sudah dilaksanakan dua kali. Pada tahun sebelumnya, kami mengangkat tema Kemah Karya Inovasi bertempat di Kampung Kadu Kebo, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung. Sekarang, lokasi kegiatan di Kampung Bantar Panjang, Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan dengan mengangkat tema Sungai Bukan Tong Sampah,” kata Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Sutoto didampingi pembina, Ariyanto usai melepas peserta.

Dijelaskan, aksi yang dilakukan para peserta antara lain membuat multimedia profil Desa Banyu Biru dan bakti sosial bersih sungai dari sampah bersama warga, aparatur desa dan kelompok penggerak lingkungan dan wisata di wilayah tersebut.

“Selain kegiatan kepramukaan, di SMK Banten Raya juga sedang dirintis Kelas Unggulan Multimedia dan pada kegiatan Kemah Bakti ini mulai dipraktekkan oleh para siswa dengan membuat multimedia profil desa dan hasilnya akan diserahkan kepada masyarakat melalui kepala desa,” ujat Sutoto.

Sementara itu, Kepala Desa Banyu Biru, Rumyatudin didampingi penggiat lingkungan dan pariwisata, Ofat Sofwatudin dan Basit Djoma menyambut baik kegiatan siswa SMK Banten Raya di wilayahnya. “Sangat kebetulan, pada tahun ini, kami sedang melakukan percepatan untuk menjadikan Banyu Biru sebagai Desa Wisata sekaligus akan mendirikan tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat (PSTBM). Kami bangga akan bakti adik-adik Pramuka ini dan atas nama pemerintah serta masyarakat Banyu Biru menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan,” ujar Rumyatudin.

Aksi bersih sungai dilaksanakan Sabtu pagi (14/11). Pada malam harinya digelar acara diskusi antara pihak SMK Banten Raya, perwakilan dari Banten Heritage, Nurwarta Wiguna, kepala desa dan aparaturnya (Ketua RW & RT), tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, bertempat di Aula Kantor Desa.

Fokus diskusi adalah membangun komitmen untuk upaya percepatan penanganan dan pengelolaan sampah di Sungai Bantar Panjang. Hasil dari pertemuan tersebut, dalam waktu singkat ini, pihak desa akan mengundang Badan Perwakilan Desa (BPD) untuk membuat peraturan terkait “Jumat Gotong Royong”. Selain itu, digagas pula peraturan bersama dengan desa-desa lainnya yang dilintasi aliran sungai ini terutama di bagian hulu tentang larangan membuang sampah di Sungai Bantar Panjang.

 

Dukung Aksi Peduli Lingkungan

Anggota DPRD Pandeglang yang membidangi pemerintahan (Komisi 1), H. Enjat Jatnika yang saat itu meninjau aksi Pramuka tersebut menyatakabn kagum dan akan selalu mendukung upaya masyarakat maupun aparatur pemerintah desa yang peduli akan lingkungan, kesehatan dan juga pengembangan pariwisata, khususnya di wilayah Labuan dan Carita.

“Saya bangga dengan adanya aksi peduli lingkungan yang dilakukan adik-adik Pramuka SMK Banten Raya ini. Aksi mereka harus menjadi teladan bagi anggota Pramuka maupun elemen-elemen organisasi lainnya, baik di lingkup sekolah maupun masyarakat,” kata Enjat.

Hal senada dikatakan Pengurus Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Labuan yang langsung meninjau kegiatan Kemah Bakti Pramuka tersebut. “Kegiatan ini harus terus di kembangkan dan digalakkan di kalangan generasi muda, khususnya anggota Pramuka,” kata Ketua Kwaran, Agus.

Sementara itu, Banten Heritage melalui perwakilannya, Nurwarta Wiguna siap memberikan dampingan kepada pemerintah desa maupun masyarakat, khususnya dalam upaya mendirikan PSTBM. “Dengan semangat tinggi dan komitmen yang kuat dari aparatur desa serta masyarakat, kami yakin keinginan untuk mengembangkan Desa Banyu Biru melalui program peduli lingkungan dan juga pariwisata tersebut akan tercapai dengan baik,” katanya.


Halaman 9 dari 14

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

 STISIP BANTEN RAYA